Surabaya (Humas) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, yang juga merupakan pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, menerima penghargaan Lencana Darma Bakti dari Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka JawaTimur.
Penghargaan tersebut disematkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Tahun 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (3/9).
Usai menerima penghargaan, Akhmad Sruji Bahtiar mengungkapkan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan Kwarnas Gerakan Pramuka terhadap kontribusinya dalam pengembangan gerakan kepramukaan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus memberikan kontribusi dan pengabdian dalam mendukung gerakan kepramukaan, khususnya di Jawa Timur,” ujar Bahtiar.
Lencana Darma Bakti merupakan salah satu bentuk penghargaan Gerakan Pramuka yang diberikan kepada seseorang, baik yang berada di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka, atas jasa dan pengabdian yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan Gerakan Pramuka maupun gerakan kepramukaan di tingkat dunia.
Penghargaan tersebut antara lain diberikan kepada mereka yang menunjukkan prestasi kerja yang membanggakan dan memberikan manfaat bagi pembinaan serta pengembangan kepramukaan. Penghargaan juga dapat diberikan atas kontribusi berupa tenaga, pemikiran, kepemilikan, dana, maupun fasilitas yang mendukung kelancaran kegiatan pembinaan dan pengembangan kepramukaan.
Dalam sambutan Gubernur Jawa Timur yang dibacakan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, Khofifah menyampaikan tiga arah penting yang perlu diperkuat Gerakan Pramuka. Ketiganya yakni memantapkan organisasi agar semakin modern dan profesional, memberikan kontribusi nyata terhadap swasembada pangan, serta menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin menuju Indonesia Emas 2045.
“Salah satu pesan utama Hari Pramuka tahun ini adalah swasembada pangan. Jawa Timur memiliki posisi yang sangat strategis, bukan lagi sekadar sebagai lumbung pangan nasional, tetapi sudah bergerak menuju kedaulatan pangan,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, kedaulatan pangan berarti Jawa Timur tidak hanya terus memperkuat kemandirian pangan, tetapi juga memberikan kontribusi besar dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Karena itu, Gerakan Pramuka diharapkan dapat mengambil bagian dalam berbagai upaya yang mendukung ketahanan dan kemandirian pangan. Semangat pengabdian, gotong royong, kedisiplinan, serta keterampilan yang menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan dinilai relevan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan.
Selain Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Gubernur Khofifah juga memberikan sejumlah tanda penghargaan kepada tokoh dan pejabat yang dinilai berjasa dalam Gerakan Pramuka.
Lencana Melati diberikan kepada Nurhasan selaku Rektor Unesa, Aries Agung Paewai selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan Erwin Astha Triyono selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Lencana Karya Bakti diberikan kepada Wahyu Kurniawan Pribadi, sedangkan Lencana Panca Warsa Utama diberikan kepada Muktim Utomo.